Intermittent Fasting dan Olahraga, Apakah Keduanya Bisa Jalan Bareng? Ini Kata Riset Terbaru | Nadikuat.com
Banyak orang yang lagi semangat-semangatnya nyobain Intermittent Fasting (IF) alias puasa intermiten sambil tetap rajin olahraga. Tapi, jujur aja... pernah gak sih kamu mikir: "Aman gak ya kalau aku angkat beban atau lari pas lagi puasa? Performa bakal anjlok gak ya? Atau ototku malah makin habis?"
image sourcePertanyaan itu wajar banget muncul. Di media sosial, opininya sering kali ekstrem. Ada yang bilang IF itu kombinasi ajaib buat bakar lemak, tapi ada juga yang mewanti-wanti kalau IF bisa bikin otot melayang.
Nah, jawabannya sebenarnya ada di tengah-tengah dan bergantung banget pada cara kamu menjalankannya. Yuk, kita bedah panduan jujur berbasis riset terkini.
⚠️ Catatan penting: IF itu gak cocok untuk semua orang ya! Kalau kamu punya riwayat gangguan makan (eating disorder), sedang hamil/menyusui, punya kondisi diabetes, atau masih di bawah 18 tahun, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter atau ahli gizi sebelum mencoba.
Sekilas Tentang Intermittent Fasting (IF)
Secara sederhana, Intermittent Fasting adalah pola makan yang membagi harimu ke dalam jendela waktu makan (eating window) dan jendela waktu puasa. Ini bukan soal apa yang kamu makan, tapi kapan kamu makan.
Ada 3 metode yang paling populer:
Apa Kata Riset Terbaru Soal Kombinasi IF dan Olahraga?
Ini dia bagian yang plaing penting. Menurut systematic review dan meta analysis besar terhadap 29 studi klinis, IF ternyata tidak memberikan efek negatif yang signifikan pada performa fisik secara umum, seperti kekuatan (strength), daya tahan (endurance), maupun peak power output.
Mitos vs Fakta Seputar IF dan Olahraga
5 Tips Praktis Memulai IF Tanpa Mengorbankan Olahraga
- 1 Atur waktu latihan intensif Jadwalkan latihan beban atau HIIT mendekati waktu berbuka atau di dalam jendela makan, bukan di jam-jam terpanjang saat kamu puasa.
- 2 Utamakan protein Jangan sampai total protein harianmu berkurang cuma gara-gara waktu makan yang terbatas.
- 3 Dengarkan sinyal tubuh Kalau kamu merasa pusing berlebihan, lemas berkepanjangan, atau performa turun drastis terus-menerus, itu tandanya strategi IF-mu perlu diubah.
- 4 Jaga hidrasi Kecuali sedang puasa Ramadhan, tetaplah minum air putih yang cukup selama jam puasa. Dehidrasi jauh lebih cepat menurunkan performa latihan dibanding rasa lapar.
Kesimpulan
Kombinasi Intermittent Fasting dan olahraga itu aman dan bisa berjalan beriringan untuk kebanyakan orang sehat. IF bukanlah kombinasi terlarang buat kamu yang aktif berolahraga, tapi juga bukan mantra ajaib yang bisa instan bikin badan bagus.
- Mortezapour et al. (2025) — Effect on intermittent fasting on physical performance and exercise outcomes: systematic review and meta-analysis · Journal of Food Biochemistry / Wiley
- Gabel et al. (2025) — A narrative review of intermittent fasting with exercise · ScienceDirect
- Mountain Tactical Institute (2025) — Intermittent fasting shows mixed results on exercise performance outcomes · mtntatcical.com
- Ghaffar et al. (2025) — A review of the impact of intermittent Ramdan fasting on wellbeing, nutrition and physical performance in different sports · ScienceDirect
- Ozbay et al. (2024) — Effects of Ramadan intermittent fasting on performance during repeated sprint exercise · Frontiers in Nutrition
Bagikan Artikel Ini:

Komentar
Posting Komentar